WASHINGTON - Bangkai satelit NASA yang sadah lama tidak
aktif akhirnya jatuh ke Bumi. Menurut NASA, bangkai UARS diperkirakan
akan jatuh ke Bumi hari ini.
NASA mengatakan Upper Atmosphere
Research Satellite (UARS) turun kembali dan akan tiba di Bumi pada 13.23
hingga 15.09 waktu setempat. Namun waktu dan lokasi masih belum dapat
dipastikan.
"Satelit itu melewati timur atas Kanada dan Afrika
serta sebagian besar melalui samudera Pasifik, Atlantik dan India selama
periode itu," Update terbaru NASA, seperti yang dikutip WAtoday, Sabtu (24/9/2011).
Badan
antariksa Amerika Serikat (AS) telah berulang kali mengatakan potensi
jatuhnya serpihan bangkai UARS di pemukiman penduduk memang sangat
kecil. Komponen satelit tersebut diharapkan melebur akibat gesekan yang
terjadi di atmosfer.
Namun ada sekira 26 bagian yang mungkin
tidak hancur di atmosfer dan masuk kembali ke Bumi. NASA meyebutkan
bagian paling ringan dari komponen bangkai satelit UARS seberat satu
kilogram dan bobot terberatnya mencapai 159 kg. Serpihan-serpihan
tersebut diharapkan jatuh dan menyebar dengan rentang 800 km.
Luasnya
lokasi jatuh yang diperkirakan NASA membuat penentuan lokasi jatuh
sangat sulit dilakukan. Namun NASA menyatakan karena luas permukaan Bumi
yang diisi air mencapai 70 persen, maka kemungkinan besar benda
tersebut akan mendarat di sana.
"Selama sejarah program luar
angkasa hingga 50 tahun, belum ditemukan ada orang yang pernah terluka
oleh sepotong sampah ruang angkasa yang masuk kembali ke Bumi," ungkap
Mark Matney, seorang ilmuwan yang mengamati puing-puing benda antariksa
di NASA.
Matney menambahkan perlu diketahui NASA memiliki potongan-potongan sampah yang kembali memasuki atmosfer setiap hariny

Tidak ada komentar:
Posting Komentar